Cari Berita berita lama

Republika - Bank DKI Alokasikan Kredit Rp 6 Triliun untuk UKM

Kamis, 14 Desember 2006.

Bank DKI Alokasikan Kredit Rp 6 Triliun untuk UKM












DEPOK -- Pada tahun 2007 mendatang, Bank DKI akan mengalokasikan dana kredit mencapai Rp 6 triliun. Jumlah ini meningkat dari kucuran kredit Bank DKI pada tahun 2006 yang hanya sebesar Rp 3 triliun. "Peningkatan jumlah fasilitas kredit ini memang sengaja kami lakukan untuk memberikan dorongan usaha, khususnya untuk sektor usaha kecil dan menengah," kata Winny E Hasan, Direktur Utama Bank DKI, usai penandatanganan nota kesepahaman antara Bank DKI dengan Universitas Gunadarma di Depok, Rabu (13/12). Winny mengatakan, peningkatan jumlah fasilitas kredit yang mencapai 100 persen dari tahun sebelumnya, dilatarbelakangi keyakinan Bank DKI yang menilai potensi kredit macet yang disalurkan relatif sangat kecil. "Potensi kredit macet tahun 2006 hanya 0,6 persen, inilah yang mendorong kami meningkatkan kredit tahun depan." Dikatakan, dalam penyaluran kredit, idealnya potensi kredit yang terjadi adalah nol persen. "Memang seharusnya sih nol persen, tapi untuk mencapai itu kan su!
lit juga," katanya. Winny melanjutkan, jenis fasilitas kredit yang disediakan Bank DKI cukup beragam, yaitu dari kredit konsumsi dengan jumlah dana sebesar Rp 50 juta sampai pada pemberian kredit Usaha Kecil yang berkisar antara Rp 500 ribu - Rp 1 juta. Selain kepada nasabah murni Bank DKI, Winny melanjutkan, kredit juga akan disalurkan kepada lembaga-lembaga yang melakukan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. "Jumlah kredit untuk lembaga mitra Pemprov DKI ini juga cukup besar," ungkap Winny tak merinci jumlah dana yang dimaksud. Direktur Operasional Bank DKI, Ilham Joenoes, menuturkan, selain meningkatkan jumlah kredit, tahun-tahun mendatang bank yang 99,82 persen sahamnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta itu akan terus mengembangkan jenis bisnis lainnya. "Jenis bisnis yang akan kita kembangkan tentunya lebih inovatif, misalnya bisnis perbankan elektronik seperti pembayaran rekening listrik, pembayaran pajak, SMS serta phone banking." Bank DKI yang sampai September 2006 me!
miliki total aset mencapai Rp 9,8 triliun, kata Ilham, kini ju!
ga tenga
h mengembangkan fitur-fitur tambahan bagi pengguna kartu ATM. Kartu ATM Bank DKI, lanjut Ilham, selama ini bisa digunakan untuk pembayaran telepon rumah, telepon selular dari berbagai operator serta pembelian pulsa pasca bayar. "Secara paralel, Bank DKI kini sedang mengembangkan bisnis perbankan elektronik lainnya, yaitu layanan SMS dan phone banking," tandas Ilham.n ade
( )

No comments:

Post a Comment