Cari Berita berita lama

Republika - 11 Agen Penjual SUN Ritel Ditetapkan

Senin, 19 Juni 2006.

11 Agen Penjual SUN Ritel Ditetapkan






SUN ritel yang dijual bisa melebihi target indikatif.





JAKARTA -- Departemen Keuangan menunjuk sebelas agen penjualan (selling agent) surat utang negara (SUN) ritel dengan seri ORI001. Sebelas agen penjual itu terdiri dari delapan lembaga perbankan dan tiga perusahaan sekuritas. Menurut Direktur Pengelolaan SUN Ditjen Perbendaharaan Depkeu, Rahmat Waluyanto, sesuai target indikatif, jumlah SUN ritel yang akan dijual adalah Rp 2 triliun. Namun, besaran itu bisa berubah. ''Kita lihat animo investor ritel, jika memang animonya sangat tinggi, maka jumlahnya bisa jadi dinaikkan,'' kata Rahmat saat dihubungi Republika, Ahad (18/6) di Jakarta. Persyaratan yang harus dipenuhi lembaga keuangan calon penjual SUN ritel yang akan diterbitkan 28 Juli mendatang itu antara lain, memiliki kantor cabang minimum di lima kota, berpengalaman menjual poduk keuangan secara ritel, memiliki pengetahuan tentang SUN, dan visi mengembangkan pasar SUN. Sebelas lembaga keuangan itu merupakan hasil seleksi dari 31 lembaga, baik bank BUMN maupun swasta !
serta perusahaan efek. Dari jumlah itu tereliminasi menjadi hanya 25 perusahaan yang mengembalikan formulirnya ke Ditjen Perbendaharaan Negara Depkeu. Menurut Rahmat, tidak ada penjatahan berapa banyak yang akan dijual oleh setiap agen penjual. ''Seluruh tawaran investor yang melalui agen penjual nantinya masuk pada kami dan diseleksi mana yang paling murah penawaran fee-nya,'' katanya. Agar SUN ritel terbagi dengan adil, investor dipastikan mendapatkan penjatahan sampai jumlah pemesanan Rp 50 juta. Jika ada investor yang memesan di atas Rp 50 juta, maka yang dipenuhi terlebih dulu adalah yang memesan di bawah Rp 50 juta. Selebihnya akan diberikan ketika investor lainnya telah mendapatkan jatah. Sedangkan untuk SUN seri ORI002, penentuan agen penjual akan ditentukan melalui beauty contest lagi. Dengan syarat, permintaan dari investor cukup tinggi, sehingga tidak mungkin dilayani hanya oleh agen penjual yang ada sekarang. Karena itu, jika ada lembaga keuangan lain yang berm!
inat menjadi agen penjual, peluangnya masih terbuka. ''Bisa sa!
ja ada a
gen penjual lain yang menawarkan fee lebih kompetitif.'' Direktur Bursa Efek Surabaya (BES), Bastian Purnama, menjelaskan, semakin banyak jumlah investor ritelnya, maka pasar obligasi itu akan semakin sehat dan likuid. ''Harga juga tidak mudah dikuasai pemain besar yang bisa saja melakukan monopoli atau kartel,'' katanya. Sementara Managing Director Danareksa Sekuritas, Orias P Moerdak, mengatakan, target pemasaran SUN akan difokuskan kepada nasabah ritel Danareksa yang sudah ada. ''Saat ini ada 5.900 nasabah ritel di Danareksa. Setidaknya itu sasaran kami,'' katanya. Meski, terbuka kesempatan menambah nasabah di luar yang tercatat saat ini. ORI001 akan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya (BES). ORI adalah obligasi negara yang dijual ke individu atau perseorangan warga negara Indonesia (WNI) melalui agen penjual dengan volume minimum Rp 5 juta atau kelipatannya. Adapun besarnya kupon obligasi yang diperdagangkan melalui pasar perdana dan sekunder itu akan d!
itetapkan kemudian, meski ada yang memperkirakan besarnya 11,5 persen. Yang menarik, investasi di obligasi ini bebas dari risiko gagal bayar karena tidak mungkin pemerintah gagal membayar kupon dan pokok obligasi ke investor. Meski, untuk transaksi di pasar sekunder dimungkinkan adanya risiko pasar berupa capital loss akibat harga jual lebih rendah dibanding harga beli. Namun, risiko itu dapat dihindari dengan tidak menjual obligasi negara yang dimiliki sampai tanggal jatuh tempo berakhir. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR, Hafiz Zawawi, meminta pemerintah untuk melakukan penataan ulang (reprofiling) surat utang negara (SUN). Ini dilakukan agar pemerintah dapat menyisihkan dana untuk membiayai defisit anggaran yang membengkak tanpa bantuan utang ke pihak asing. Menurut Hafiz, dengan melakukan penjadwalan kembali waktu pembayaran pokok maupun bunga SUN yang jatuh tempo pada 2006-2007, maka pemerintah menghemat Rp 5 triliun-Rp 15 triliun. Selanjutnya dana terse!
but dapat digunakan untuk rekonstruksi Yogyakarta dan sekitarn!
ya yang
diperkirakan butuh Rp 11,7 triliun. Tahun depan, pembayaran bunga utang dalam negeri mencapai Rp 60 triliun dengan total obligasi negara saat ini mencapai Rp 600-an triliun. Sesuai data Depkeu, total surat utang yang diterbitkan sampai Mei 2006 mencapai Rp 675,9 triliun, terdiri dari Rp 405,2 triliun SUN, surat utang ke Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 221,03, dan global bond senilai 5,5 miliar dolar AS. Agen Penjual SUN Ritel 1. Bank Bukopin 2. Bank Permata 3. Bank Mega 4. Bank NISP 5. Bank Danamon 6. Bank Panin 7. Citibank 8. Bank Mandiri 9. Valbury Securities 10. Trimegah Securities 11. Danareksa Sekuritas
(una/evy )

No comments:

Post a Comment