Senin, 18 November 2002.
Pimpinan Ponpes agar KooperatifJakarta, 18 November 2002 15:00Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar mengharapkan agar pimpinan pondok pesantren bersikap kooperatif jika tempatnya diperiksa oleh pihak kepolisian berkaitan dengan kasus ledakan bom di Bali.
"Kita berharap pimpinan pesantren kooperatif," kata Kapolri seusai Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta, Senin.
Pemeriksaan terhadap sejumlah pondok pesantren, kata Kapolri, dilakukan berdasarkan informasi-informasi yang diperoleh pihak kepolisian mengenai tersangka kasus bom Bali.
Ia mengatakan, ada informasi bahwa mereka (para tersangka-red) masih tersebar di berbagai tempat termasuk di pesantren-pesantren.
Meskipun demikian, Da'i Bachtiar menjanjikan pemerikasaan yang dilakukan oleh aparatnya tetap sesuai dengan aturan dan etika.
"Kalau ada anggota polisi yang melakukan pelanggaran dalam melakukan penggeledahan kita juga akan menindak," katanya.
Ia menjelaskan, kepolisian mempunyai hak untuk melakukan pemeriksaan di seluruh wilayah Indonesia kecuali di tempat-tempat tertentu misalnya kedutaan atau konsulat jenderal negara lain. "Di luar kedutaan kita punya hak," katanya menegaskan.
Da'i menambahkan, prosedur pemeriksaan kasus bom di Bali adalah prosedur yang universal. Kepolisian negara lain pun akan melakukan hal yang sama dalam menghadapi kasus ini.
Mengenai dipublikasikannya enam sketsa baru tersangka kasus peledakan bom, Da'i Bachtiar mengatakan, hal itu merupakan bentuk penyelidikan polisi yang transparan dan tidak ada rekayasa.
"Sebenarnya ada juga kerugiannya dari transparansi ini, yaitu pelakunya akan tahu mereka sedang dikejar. Akibatnya tugas polisi menjadi lebih berat lagi," katanya. [Tma, Ant]
No comments:
Post a Comment