Rabu, 13 November 2002.
Perangko Pertama di Dunia Dipamerkan di BaliDenpasar, 13 November 2002 15:20Sebuah koleksi perangko pertama di dunia bernama 'The Penny Black' yang dibuat tahun 1840, menurut rencana dipamerkan pada 14 Nopember 2002 di Kota Semarapura, ibukota Kabupaten Klungkung, Bali, sekitar 39 Km arah Timur Denpasar.
Perangko tersebut dipajang dalam pameran dan bursa filateli di aula Kantor Departemen Perhubungan Kabupaten Klungkung, kata Wakil Ketua Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Bali, Gde Ngurah Surya Adinatha di Denpasar, Rabu.
Selain The Penny Black, juga dipamerkan koleksi perangko pertama di Indonesia yaitu, The King Willem yang dibuat tahun 1864, menyusul koleksi perangko pramuka se-dunia (scouting movement).
Menurut Surya Adinatha yang juga selaku pemilik The Penny
Black, perangko tersebut diperolehnya dari hasil mengikuti bursa
lelang di Inggris, melalui media internet.
"Perangko yang cukup langka itu kami dapatkan belum lama, kira-kira dua pekan lalu," katanya, sembari menolak menyebutkan harga perangko tersebut.
Pameran ini, juga akan diisi dengan lomba pidato berbahasa Inggris se-Bali Timur. Para pengujung pameran juga akan diberi informasi tentang alamat klub filateli dan korespondensi se-dunia.
Maksud diselenggarakannya pameran filateli itu, adalah untuk memberikan masukan dan tukar menukar informasi mengenai strategi pengembangan filateli dalam membentuk kepribadian generasi muda.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan presiasi masyarakat terutama para pecinta filateli. Di samping untuk mensosialisasikan pembinaan filateli kepada para pejabat di daerah, agar mereka lebih memahami kegiatan filateli secara mendalam.
"Kegiatan filateli tidak bisa berkembang secara optimal, tanpa didukung oleh instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan unsur masyaralat lainnya seperti LSM, komunitas profesional serta kelompok hobi masyarakat," ujarnya.
Menyinggung sejarah perfilatelian di Indonesia, ia mengatakan dimulai sejak masa pemerintahan Belanda tahun 1922, yang ditandai dengan berdirinya perkumpulan filateli bernama Vereniging van Postzefel veramelaar in Nederlands Indie (VPNI).
Pada masa pemerintahan Indonesia, perkumpulan filatelis mengalami beberapa kali perubahan nama yang pada akhirnya ditetapkan menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), dan telah mempunyai perkumpulan hampir seluruh propinsi di Indonesia. [Tma, Ant]
No comments:
Post a Comment