Cari Berita berita lama

Pengecer Beli Bensin Gunakan Tangki Motor dan Mobil

Selasa, 20 Mei 2008.
Pengecer Beli Bensin Gunakan Tangki Motor dan MobilPalu, 20 Mei 2008 10:06Para pengecer bensin di kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan bensin dari SPBU, antara lain dengan mengisi penuh tangki kendaraan bermotor agar bisa mendapatkan premium, setelah pelarangan pembelian BBM menggunakan jerigen dan drum.

"Cara ini kita tempuh karena kalau membeli dengan menggunakan jerigen dan drum tidak bisa," kata Anton pengecer bensin di Jln Tanjung Manimbaya, Palu Selatan, Selasa.

Menurut Anton, untuk mendapatkan bensin itu harus bekerja keras karena terpaksa harus bolak-balik hingga 15-20 kali ke SPBU dengan cara mengisi penuh tangki sepeda motornya kemudian dipindahkan di jerigen penampung yang tersedia.

Anton mengatakan, terpaksa menempuh langkah itu untuk bisa mendapatkan bensin untuk dijual di kiosnya di tengah-tengah adanya larangan di setiap SPBU melayani pembeli menggunakan jerigen dan drum, menjelang kenaikan harga BBM.

Dengan menggunakan sepeda motor Honda keluaran tahun 2005, lelaki yang telah menjadi pengecer bensin selama hampir 5 tahun dan telah dikaruniai tiga anak ini, sehari mampu membeli bensin di beberapa SPBU hingga sebanyak 50-60 liter.

"Setiap di SPBU, sepeda motor saya yang tangkinya berkapasitas 7 liter itu pasti saya isi penuh. Cara ini saya tempuh agar bisa mendapatkan bensin untuk dijual. Kalau tidak begini nanti saya tidak berjualan bensin sedangkan itu pekerjaan sehari-hari saya untuk menghidupi anak-istri saya," katanya.

Ia mengaku, dalam menjalankan praktiknya ini dirinya tidak hanya membeli bensin di satu SPBU saja, melainkan berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggalnya agar tidak dicurigai pegawai SPBU.

"Pokoknya selalu berpindah-pindah ke SPBU, yang penting jarak SPBU tidak jauh dari rumah saya. Kalau saya beli bensin di SPBU yang jaraknya jauh dari rumah, nanti saya nggak untung tetapi malah rugi," katanya.

Menurut dia, sesampai di rumah, isi bensin di tangki kendaraan bermotor langsung disedot dengan menggunakan selang untuk ditampung di jerigen. Dengan cara ini Anton masih tetap bisa berjualan bensin eceran.

Lain lagi cara yang dilakukan Udin (38) pengecer bensin di Palu Barat yang terpaksa meminjam mobil keluaran tahun 1985 milik saudaranya untuk digunakan membeli bensin di SPBU di tengah-tengah adanya larangan SPBU melayani konsumen menggunakan jerigen dan drum.

"Setiap saya bawa ke SPBU, isi tangki mobil selalu saya isi penuh dengan premium. Setiap hari dengan cara itu, saya bisa memperoleh bensin sebanyak 150 liter. Hal ini akan tetap saya lakukan selama SPBU masih dilarang melayani pembeli dengan menggunakan jerigen dan drum," katanya.

Udin juga menjelaskan, sesampai di rumah isi tangki mobil yang telah diisi penuh dengan bensin itu disedot dengan menggunakan selang dan ditampung di jerigen.

Ia mengaku, sebelumnya tidak pernah merasa kesulitan mendapatkan bensin di SPBU. "Setiap hari saya bisa membeli bensin dengan jerigen di SPBU hampir 150 liter. Namun kini menjelang kenaikan harga BBM sulit mendapat bensin karena tidak boleh membeli dengan jerigen," katanya. [TMA, Ant]

No comments:

Post a Comment