Cari Berita berita lama

KoranTempo - Tak Seperti yang Digembar-Gemborkan

Selasa, 7 Mei 2002.
Tak Seperti yang Digembar-GemborkanKetika Norberto Gonzales, utusan khusus Presiden Gloria Macapagal Arroyo, datang ke Indonesia dua pekan lalu, muncul harapan bahwa Agus Dwikarna, WNI yang masih ditahan di Filipina, segera dibebaskan. Maklumlah, Gonzales telah mendatangi langsung keluarga Dwikarna di Makassar, dan menyatakan simpatinya. Dia mengaku mendapat kesan bahwa Dwikarna adalah orang baik-baik. Bahkan, Gonzales sempat berkaca-kaca mendengar permintaan ayah Dwikarna, yang meminta anaknya dibebaskan.

Gonzales juga bertemu Gubernur Sulsel H.Z.B. Palaguna. Dari Gubernur, dia mendapat jaminan bahwa Dwikarna bukanlah teroris. Karena itu, pernyataan Gonzales yang menyatakan, bahwa dirinya datang ke Makassar untuk mencari data dalam rangka menguatkan keputusan Presiden Arroyo, yang sudah membuat keputusan membebaskan Dwikarna, kian memperkuat bahwa WNI itu akan segera bebas.

Hal itu diperkuat oleh pengakuan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Menurut Yusril, Gonzales menyetujui permintaannya untuk menutup kasus Dwikarna.

Menurut rekan Dwikarna, Tamsil Linrung, ketika bertemu Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla dan Wakil Ketua DPR A.M. Fatwa pada Senin (29/4), Gonzales bahkan berjanji mengupayakan pembebasan Dwikarna sebelum 8 Mei. Itu berarti Dwikarna diupayakan bebas sebelum persidangan berlangsung.

Namun, kemarin Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda mengakui, proses pembebasan Dwikarna tidak seperti yang digembar-gemborkan Pemerintah Filipina beberapa waktu lalu. "Dia (baru) akan dilepas jika penyelidikannya selesai," ujarnya.thonthowi/fajar wh

No comments:

Post a Comment