Cari Berita berita lama

KoranTempo - StanChart Gandeng Astra Beli Bank Permata

Sabtu, 24 Juli 2004.
StanChart Gandeng Astra Beli Bank PermataJAKARTA--Standard Chartered Plc. (StanChart) menggandeng PT Astra International Tbk. untuk membeli 71 persen saham PT Bank Permata Tbk. dalam tender yang digelar PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Pimpinan Eksekutif (CEO) StanChart Indonesia Stewart Hall menyatakan, latar belakang StanChart ingin membeli Bank Permata, karena StanChart yakin potensi Indonesia dan prospek sektor keuangannya dalam jangka panjang sangat baik. Keyakinan itu muncul, karena StanChart telah berkiprah lebih dari 140 tahun di dunia perbankan Indonesia.

Atas dasar keyakinan itu, tuturnya, manajemen StanChart menilai investasi strategis pada Bank Permata melalui kemitraan dengan Astra merupakan peluang terbaik untuk mewujudkan potensi tersebut dan sekaligus mengembangkan usaha di Indonesia. "Ketiga lembaga (StanChart, Astra dan Bank Permata) akan memberikan kontribusi yang berarti dan saling melengkapi," kata Hall. "Jika digabungkan akan terus membangun kesuksesan usaha Bank Permata yang sudah ada,� ujarnya dala siaran pers kemarin.

Sebelumya, Staff Senior StanChart Indonesia Dading Sutarso menjelaskan, StanChart menggandeng Astra untuk membeli Bank Permata. "Nanti yang akan maju langsung StanChart Plc. Inggris," ujarnya kepada Koran Tempo di Jakarta kemarin.

Sedangkan, Sekretaris perusahaan Astra Aminuddin mengatakan, dasar pertimbangan Astra ikut bersaing membeli bank itu, karena Astra menilai keberadaan Bank Permata berkorelasi positif dengan bisnis Astra di kendaraan bermotor. Di sisi lain, dengan melihat rekam jejak (track record) dan eksistensi StanChart yang di sektor perbankan, manajemen Astra optimistis Bank Permata akan semakin berkembang jika berhasil dikuasai Astra dan StanChart. "Astra, StanChart dan Bank Permata bisa bersinergi satu sama lain," ujarnya saat dihubungi kemarin.

Direktur Astra Gunawan Geni menyebutkan, Astra dan StanChart masing-masing akan memberikan keahlian yang saling melengkapi untuk mendukung manajemen Bank Permata dalam mengembangkan usahanya dan menambah tingkat pengembalian bagi pemegang saham. Sebagai bank internasional terkemuka, StanChart akan menyumbangkan keahliannya dalam bidang operasional, manajemen risiko dan konsumen. Sedangkan sebagai perusahaan terdepan dalam bidang manufaktur, distributor, ritail dan penyedia jasa keuangan kendaraan bermotor, Astra akan memberikan akses kepada jaringan distribusi jasa keuangan dan data pelanggan yang dimilikinya, termasuk bidang usaha kecil-menengah.

StanChart sebelumnya memang sudah disebut-sebut sebagai salah satu dari 32 investor yang berminat membeli saham bank hasil merger lima bank itu. StanChart kemungkinan akan bersaing ketat dengan Temasek, Malayan Banking (MayBank) dan juga UOB Singapura. StanChart juga bakal ditantang investor lokal seperti PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Mandiri Tbk. atau juga PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Namun, dibanding calon lainnya, konsorsium StanChart-Astra sedikit lebih diuntungkan, karena secara historis keduanya sudah mengenal Bank Permata. Pada 1999, StanChart pernah membeli Bank Permata, saat bank itu masih bernama Bank Bali dari BPPN--lembaga yang kini digantikan PPA. Sedangkan Astra, sebelumnya merupakan pemilik PT Bank Universal Tbk., bank yang ikut merger bersama Bank Bali, Bank Patriot, Bank Arthamedia, Bank Prima Express menjadi Bank Permata.

Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Utama PPA Mohammad Syahrial mengatakan, konsorsium StanChart-Astra belum secara resmi menyampaikan minatnya ke PPA selaku pengelola Permata. "Tapi, hebat kan perusahaan lokal yang mempunyai bisnis terbaik bergabung dengan StanChart," kata dia di Jakarta kemarin.

Syahrial menambahkan, MayBank, bank terbesar di Malaysia, memang menyatakan keseriusannya membeli saham Bank Permata. MayBank mengaku sudah menyiapkan dana sekitar Rp 2 triliun. "Mereka (MayBank) dua hari ini melakukan pertemuan one on one (tatap muka) dengan kami," kata dia.

Wakil Direktur Utama PPA Raden Pardede menambahkan, keseriusan calon pembeli Bank Permata baru akan terlihat saat uji tuntas. Rencananya, Senin mendatang PPA akan melakukan penjajakan (road show) ke luar negeri. "Untuk mengetahui seberapa besar minat investor asing," ujarnya.

Raden mengharapkan, penjualan saham Permata bisa melebihi nilai buku yang ditargetkan 1,4 sampai 1,8 kali. Harapan ini, kata dia, didasarkan dari banyaknya investor yang menyatakan minatnya ikut dalam tender penjualan Permata. "Bahkan bisa jadi jumlah investor asing tambah dari yang kami perkirakan semula," kata dia. padjar iswara/setri/ss kurniawan

No comments:

Post a Comment