Senin, 13 Januari 2003.
Polisi Temukan Jaringan Pengadaan Bahan Baku Bom Palu -- Kepolisan Daerah Sulawesi Tengah berhasil mengidentifikasi jaringan perdagangan bahan peledak yang masuk ke wilayah kerjanya. Jaringan pengadaan bahan baku bom itu tersebar di Pantai Barat Kabupaten Donggala.
Bahan peledak itu, kata dia, masuk melalui laut dari Kalimantan Timur dan Malaysia. "Jalurnya ada dua, yakni Malaysia-Kalimantan Timur-Sulawesi Tengah, atau langsung Malaysia-Sulawesi Tengah," ujar Kepala Reserse Polisi Daerah Sulawesi Tengah Komisaris Besar Pol. Tatang Soemantri kemarin di Palu.
Menurut Soemantri, jaringan peredaran barang ilegal itu terungkap setelah polisi mengembangkan penyelidikan dua kasus kepemilikan bahan peledak jenis amonium nitrat sebanyak 27 karung (675 kilogram) pada penghujung 2002.
Salah satu tersangka dalam kasus itu, Husein, yang dikekuk polisi Jumat (9/1) di rumahnya, Kampung Sojol, Pantai Barat Donggala, mengatakan, selama ini dia sudah biasa memperdagangkan pupuk matahari, yang bisa digunakan untuk membuat itu. Ia mengaku membelinya dari Malaysia.
Setelah itu, dijualnya kembali kepada petani cengkeh dan kelapa. Dia juga menjualnya kepada nelayan untuk dijadikan bom ikan. "Saya menjual pupuk ini karena banyak permintaan," ujarnya. darlis
Perayaan Ulang Tahun PDI Perjuangan Diadakan Tiga Bulan
DENPASAR --- Ketua Panitia Pelaksana Nasional Hari Ulang Tahun Ke-30 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Lucas Degey mengungkapkan, perayaan tahun ini akan dilaksanakan selama tiga bulan. "Acara pembukaannya diadakan di Bali, pentupannya akan dilakukan di Kalimantan Timur," ujarnya kemarin di Denpasar.
Menurut Degey, panitia mengharap kehadiran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri di tujuh provinsi lainnya sebelum perayaan resmi ditutup. Tema yang diusung pada perayaan kali ini adalah "Dengan Semangat dan Kekuatan Rakyat, Kita Atasi Krisis Bangsa".
"Melalui tema itu, kami mengajak semua elite partai untuk kembali ke basis. Kembali bersama-sama rakyat. Tanpa keterlibatan rakyat, mustahil kami bisa atasi berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa ini," ujarnya. made mustika
Presiden Bangga Masyarakat Bali Tak Lakukan Kekerasan
DENPASAR --- Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan kekaguman dan rasa hormatnya terhadap masyarakat Bali, yang tidak melakukan kekerasan dan pembalasan sewaktu bom meledak di Kuta pada 12 Oktober 2002. Bali, kata Mega, adalah perwujudan bangsa Indonesia seutuhnya.
Karena itu, dia sengaja mengundang sekitar 20 duta besar negara sahabat agar bisa menjelaskan keadaan sesungguhnya tentang keamanan dan kenyamanan Bali pascapeledakan.
"Agar para duta besar nantinya menceritakan keadaan di sini kepada masing-masing warga mereka," ujar Mega kemarin pada pidato hari ulang tahun PDI Perjuangan ke-30.
Di awal pidatonya, Mega meneriakkan kalimat tat twam asi berkali-kali. "Tat twam asi artinya aku adalah engkau, sebaliknya engkau adalah aku," ujarnya. Ajaran itu, dia menjelaskan, diterimanya dari ayahnya, bekas presiden Soekarno. Inti sari ajaran ini, kata dia, adalah kesetiakawanan sosial dan kebersamaan. made mustika/rofiqi hasan
Ketua BURT: Pengadaan Asisten Pribadi Sudah Lama Dibicarakan
JAKARTA -- Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Asep Ruchimat Sudjana membantah anggaran untuk pengadaan asisten pribadi anggota Dewan sebagai fasilitas baru. Menurut dia, rencana itu telah dibicarakan sejak dua tahun silam. "Ini hanya baru bisa direalisasikan sekarang saja," katanya ketika dihubungi per telepon di rumahnya kemarin.
Seperti diberitakan Koran Tempo Sabtu (11/1), anggota DPR mendapatkan fasilitas baru. Mulai Februari, negara akan membayar asisten pribadi untuk tiap-tiap anggota DPR melalui APBN 2003. Pemerintah mengangarkan Rp 11,8 miliar untuk keperluan ini.
Menurut Asep, asisten pribadi yang bertugas sebagai staf administrasi anggota DPR, sangat dibutuhkan keberadaannya. Saat ini, kata dia, tiap-tiap wakil rakyat belum tentu mendapatkan seorang staf yang bertugas membantu kegiatan mereka sehari-hari. Karena itu, kata dia, pengangkatan asisten pribadi itu adalah hal yang wajar.
Asep mengatakan, asisten pribadi yang diharapkan oleh BURT adalah seorang staf yang dapat mempersiapkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan tugas anggota DPR.
Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saefuddin berpendapat, kebutuhan riil anggota DPR tidak hanya seorang staf administrasi. Menurut dia, seorang wakil rakyat membutuhkan dukungan dari seorang staf yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya. "Karena anggota DPR punya tugas sebagai speaker, dia harus punya data yang kuat," katanya.
Menurut Lukman, meski dana yang disediakan terbatas, bukan berarti mereka tidak bisa mencari staf yang memiliki kemampuan analisis. "Itu bisa diakali dengan, misalnya mencari mahasiswa yang baru lulus atau masih kuliah untuk dijadikan staf," ujarnya. am fikri
No comments:
Post a Comment