Cari Berita berita lama

KoranTempo - Matori Bantah Forum Langitan Dukung Kubu Alwi

Selasa, 15 Januari 2002.
Matori Bantah Forum Langitan Dukung Kubu AlwiJAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Matori Abdul Djalil membantah bahwa Forum Kiai Langitan mengeluarkan maklumat mendukung PKB kubu Alwi Shihab. Menurut Matori, para kiai sepuh Nahdlatul Ulama itu mengeluarkan maklumat agar kubunya dan kubu Alwi Shihab segera melakukan islah (perdamaian).

Matori mengatakan, sesuai tradisi para kiai, maka pernyataan mereka tak boleh dipahami hanya secara eksplisit tanpa memperhatikan makna yang tersirat. "Memang seolah-olah bahasa kiai kontradiktif, tapi sebenarnya mereka menyarankan adanya islah," katanya kepada pers, seusai pembukaan Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.

Mantan Sekretaris Jenderal PPP ini mengakui, maklumat Forum Kiai Langitan itu secara eksplisit menyalahkan kubunya. Namun, realitasnya mendukung. Ia menunjuk bukti, banyaknya pengurus DPC dan DPW adalah santri yang tak mungkin menghadiri MLB tanpa restu dari kiainya.

Seperti diberitakan (Koran Tempo, 14/1) Forum Kiai Langitan telah mengeluarkan maklumat dukungan kepada PKB Bangsa versi Alwi Shihab. "Para Kiai Forum Langitan menyadari perlunya ketegasan sikap sebagai arahan bagi umat agar tidak terjebak dalam kebingungan," ujar Ubaidillah Faqih, putra KH Abdullah Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, yang membacakan maklumat Minggu (13/1) di Hotel Sahid, Jakarta. Menurut dia, maklumat dikeluarkan setelah upaya untuk mengislahkan kedua kubu di tubuh PKB tidak membawa hasil, karena masing-masing pihak punya prinsip berbeda.

Keputusan itu dikeluarkan pada 7 Januari silam di Langitan Tuban. Selain Kiai Faqih, kiai khos (khas) NU lainnya yang turut mengambil keputusan dalam forum itu adalah KH Abdullah Abbas (Cirebon), KH Fachrudin Masturo (Sukabumi), dan KH Masduki Mahfud (Malang). Dalam forum ini, Matori tak hadir, dengan alasan belum diundang, selain karena lebih memilih bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz. Sementara itu, Alwi dan Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid datang dalam forum tersebut, bersama Ketua PB NU KH Hasyim Muzadi.

Matori mengaku, semangat islah bukan sekadar lips service, sebab membangun keutuhan PKB adalah kewajiban. Islah, kata dia, harus diselesaikan sesuai AD/ART partai. Adapun pelaksanaan secara teknis diserahkannya kepada para muktamirin untuk mencari jalan keluar. Dia juga sudah meminta panitia pengarah (steering committee/SC) MLB agar menyiapkan perumusan islah.

Soal MLB PKB kubu Alwi di Yogyakarta, Matori menegaskan, dirinya tak akan menghadirinya. Mengenai pembicaraan soal islah dengan Alwi, Matori mengaku tak pernah dihubungi atau bertemu mantan Menteri Luar Negeri itu. Tapi, dia pernah ditemui Ketua PKN Mahfud Md. "Namun, pembicaraan soal islah tak saya tanggapi karena saat itu suasana konflik dua kubu sedang memanas," katanya.

Sementara itu, KH Dimyati Rois dari Kaliwungu, Semarang, yang hadir dalam muktamar ini mengatakan, penafsiran Maklumat Forum Langitan bergantung pada cara pandangnya. "Kalau melihat dengan kacamata hitam, barang yang putih bisa terlihat hitam," ujar kiai yang pernah diingatkan Abdurrahman Wahid untuk tak mendukung Matori ini. Adapun KH Imam Yahya Machrus, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, menilai, permasalahan di PKB adalah masalah organisasi, sehingga harus diselesaikan secara organisasi juga. "Karena itu, para kiai NU, baik dari Ploso, Lirboyo, maupun Langitan menghendaki islah," ujarnya.

Adapun Sekretaris Dewan Syuro PKB kubu Alwi, Arifin Junaidi, menegaskan, pihaknya masih membuka kemungkinan islah bagi Matori, meski telah menyelenggarakan MLB. "Pak Matori selalu menampik. Bahkan pihak Matori juga telah menyebarkan bahwa kami ngemis-ngemis kepadanya," katanya di Kantor DPP PKB Kuningan, Jakarta, kemarin. Karena itu, dia meragukan keinginan kuat Matori untuk islah itu.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mulyana W. Kusuma menilai, dengan digelarnya dua muktamar, semakin kecil peluang kedua kubu PKB melakukan islah. Karena itu, ia menyarankan agar konflik PKB itu diselesaikan lewat jalur pengadilan. "Cara seperti ini pernah dilakukan oleh (Ketua Umum PBB) Yusril (Ihza Mahendra) saat menggugat PBB-nya Hartono Marjono, dan Yusril menang," katanya kemarin setelah berbicara dalam sebuah diskusi di Jakarta. jobpie sugiharto/fajar wh/oman s

No comments:

Post a Comment