Rabu, 5 Maret 2003.
Jakarta Islamic Center Di Kramat Tunggak DiresmikanJakarta, 5 Maret 2003 09:00Jakarta Islamic Center yang dibangun di bekas lokalisasi Kramat Tunggak, Jakarta Utara, Selasa, diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
"Dengan peruntukan seperti saat ini, lokasi Kramat Tunggak yang dulu kita kenal sebagai tanah hitam akan berubah menjadi tanah putih, lambang kesucian yang menampilkan citra baru yang mampu menyejukkan dan memancarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan," kata Sutiyoso.
Di lokasi Jakarta Islamic Center saat ini baru berdiri bangunan masjid, namun menurut Sutiyoso nantinya akan dilengkapi dengan bangunan lain yang secara terpadu menjaid pusat syiar Islam, pusat kebudayaan, pusat dakwah dan pendidikan Islam.
"Dengan demikian, Islamic Center yang nanti akan dibangun secara bertahap, dapat menggambarkan sebuah simbol peradaban Islam di Ibukota dan di Indonesia," katanya.
Pada tanggal 6 September 2002 Gubernur juga meresmikan pemakaian pertama masjid tiga lantai (termasuk balkon) yang memiliki menara setinggi 114 m tersebut.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 9 Oktober 2001. Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 10,9 hektar itu dapat menampung 6.600 jemaah.
Bangunan untuk shalat 14.625 m2, bangunan sosial, budaya dan pendidikan (10.431 m2), eksibisi dan museum (3.540 m2), penginapan (8.640 m2), perkantoran (2.880 m2), serta ruang perpustakaan dan perbelanjaan (3.600 m2).
Dia menjelaskan, dana proyek bekas lokalisasi yang ditutup sejak September 1999 tersebut berasal dari APBD, negara anggota Organisasi Konferensi Islam, dan sumbangan kaum Muslim di Ibukota.
Sebelum dijadikan komplek Jakarta Islamic Center kawasan Kramat Tunggak selama 30 tahun dikenal sebagai lokalisasi yang ditutup pada tahun 1999. [Edo, Ant]
No comments:
Post a Comment