Cari Berita berita lama

Ustad Arifin Ilham Jenguk Ustad Ba`asyir

Selasa, 18 Oktober 2005.
Ustad Arifin Ilham Jenguk Ustad Ba`asyirJakarta, 18 Oktober 2005 14:06Ustad Arifin Ilham, Selasa siang menjenguk Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustad Abu Bakar Ba`asyir di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta.

"Kami mau bersilaturahim dengan Ustad Abu," kata Arifin kepada wartawan sebelum masuk ke LP Cipinang. Arifin dan para jamaahnya datang ke LP Cipinang sekitar pukul 11.50 WIB dengan mengenakan pakaian khas baju koko putih dengan celana panjang dan peci putih.

Sejumlah wartawan yang berada di LP Cipinang untuk meliput pertemuan Arifin dengan Ba`asyir yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah terpaksa harus menunggu di depan pintu masuk LP karena petugas tidak mengizinkan wartawan turut masuk ke dalam LP.

Ba`asyir pada 8 Maret 2005 divonis PN Jakarta Selatan 2,5 tahun penjara. Ba`asyir dinyatakan bersalah karena dianggap terbukti melakukan permufakatan jahat peledakan Bom Bali. Dalam putusan bandingnya Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan PN. MA juga menolak kasasi yang diajukan kuasa hukum Ba`asyir.

Pada peringatan HUT RI ke-60 lalu, Ba`asyir menerima remisi atau pengurangan hukuman selama 4,5 bulan. Para pendukung Ba`asyir berharap Ustad lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor itu mendapat remisi lagi pada Idul Fitri nanti

Namun pemerintah Australia yang meyakini Ba`asyir terkait terorisme dan Bom Bali I yang menewaskan sejumlah warganya jauh-jauh hari sudah mendesak pemerintah Indonesia agar tak memberi remisi lagi yang mengundang reaksi di tanah air.

Sesalkan Menlu
Secara terpisah anggota Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Abdul Asri Harahap menyesalkan pernyataan Menlu Hassan Wirajuda yang menyatakan pemerintah menjamin tidak ada pemberian remisi lagi bagi Baasyir ketika bertemu Menlu Australia Alexander Downer di Jakarta, Rabu (12/10).

"Pernyataan Menlu Hassan sangat kami sesalkan. Tidak semestinya dia bicara begitu karena terkesan pemerintah memenuhi permintaan Australia. Kalau memang tidak akan memberi remisi karena aturannya begitu ya, sudah, tapi tak perlu bilang menjamin tak ada remisi, apalagi itu diucapkan setelah ketemu Downer," katanya.

Menurut Harahap, pernyataan Hassan tersebut akan semakin membuat Australia besar kepala dan bisa jadi akan semakin gemar turut campur urusan dalam negeri Indonesia.

Karena itu, katanya, Hassan merupakan salah satu menteri yang layak diganti jika terjadi reshuffle kabinet.

Saat menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan dengan Downer, Hassan mengatakan, Indonesia menjamin bahwa Ustad Abu Bakar Ba`asyir, yang pada Agustus mendapatkan remisi 4,5 bulan, tidak akan lagi mendapat pengurangan masa tahanan lagi.

"Kita juga beri jaminan bahwa sejauh ini tidak ada rencana dari pihak kita... (Ba`asyir, Red) sudah diberikan dua kali remisi dalam tahun ini, tidak diberi remisi lagi," ujar Hassan. Pemberian remisi 4,5 bulan diakui Hassan tidak hanya mengagetkan Australia yang banyak kehilangan warganya dalam bom Bali tahun 2002 namun juga sebagian kalangan di Indonesia. [TMA, Ant]

No comments:

Post a Comment