Minggu, 7 Oktober 2007.
Indonesia Power Tunda IPO
JAKARTA -- Bursa Efek Jakarta (BEJ) kehilangan salah satu emiten yang hendak melantai tahun ini. Anak perusahaan PT PLN, PT Indonesia Power, menyatakan menunda penawaran saham perdananya ke masyarakat, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Alasan mereka karena sedang fokus mengerjakan pembangkit listrik proyek percepatan 10 ribu MW. ''IPO ditunda karena sudah dapat sebagian dari proyek 10 ribu MW. IPO kan gunanya supaya kita mampu investasi baru,'' kata Dirut Indonesia Power, Abimanyu Suyoso, di sela rapat dengar pendapat di Komisi Energi (VII) DPR), Kamis (4/10) siang. Dijelaskan, dalam proyek percepatan 10 ribu MW yang tengah dikerjakan, Indonesia Power kebagian proyek di PLTU Suralaya Baru dan PLTU Labuan. Pembangunan dua PLTU ini bakal berjalan dalam tiga tahun ke depan. ''Direksi PLN sudah menyampaikan ke saya bahwa Suralaya dan Labuan akan diberikan ke Indonesia Power, kalau sudah selesai, kan yang bangun PLN,'' tandas dia lagi. Sampai kapan penundaan I!
PO itu? Indonesia Power belum mengungkapkan waktu yang tepat. ''Belum diputuskan seperti itu. Kita konsentrasi dulu (ke proyek percepatan 10 ribu MW), (IPO) itu berikutnya,''. Indonesia Power tadinya direncanakan IPO pada semester II tahun ini. Sebelum IPO, PLN meminta agar Indonesia Power merestrukturisasi modal perusahaannya terlebih dulu. Saat ini komposisi aset Indonesia Power masih 80 persen ekuitas dan 20 persen utang. Aset Indonesia Power mencapai Rp 58 triliun yang terdiri dari pinjaman Rp 10 triliun dan ekuitas Rp 48 triliun. Komposisi antara utang dan modal adalah 17,24 persen dan 82,76 persen. Sementara, perusahaan pembangkit idealnya memiliki komposisi 80 persen pinjaman dan 20 persen modal. Dirut PLN, Eddie Widiono, sebelumnya pernah berkata kalau IPO Indonesia Power berpotensi meningkatkan tarif listrik. Kenaikan ini bisa dipicu dari ekspektasi investor yang membeli saham Indonesia Power agar kinerja saham emiten itu bagus. Salah satu usaha agar memberikan k!
euntungan investasi adalah menaikkan tarif listrik itu sendiri!
. evy
( )
No comments:
Post a Comment