Cari Berita berita lama

KoranTempo - Bus Wonogiri Mogok Total

Selasa, 10 Agustus 2004.
Bus Wonogiri Mogok TotalWONOGIRI -- Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) segala jurusan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mogok total, Senin (9/8). Akibatnya, ribuan penumpang telantar di terminal, subterminal, maupun pemberhentian bus dan berbagai ruas jalan.

Aksi mogok ratusan awak bus ekonomi ini dipicu kehadiran bus Patas Aneka Jaya jurusan Pacitan-Wonogiri-Solo serta New Ismo jurusan Baturetno-Wonogiri-Solo-Semarang yang mengambil penumpang di sembarang tempat. Akibatnya, bus AKDP tidak kebagian penumpang. "Kami terpaksa menggelar demo agar DLLAJ menindak tegas," ujar Rahmadi, awak bus jurusan Pracimantoro-Wonogiri-Solo.

Untuk mengangkut penumpang yang telantar, Polres Wonogiri dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan mengerahkan truk dan bus bantuan. Dalam pertemuan wakil bus Patas dan AKDP ekonomi di kantor Bupati Wonogiri, disepakati bus-bus Patas hanya menaikkan penumpang di tempat yang ditentukan. anas syahirul

Dua Aktivis Dituduh GAM

Banda Aceh -- Kepolisian Resort Kota Banda Aceh menangkap dua mahasiswa yang dikenal sebagai aktivis Perhimpunan Relawan Kemanusiaan Aceh (Pemraka)). Mereka ditahan dengan tuduhan terlibat Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kepala Polresta Banda Aceh Ajun Komisaris Besar Eko Daniyanto kemarin mengatakan, kedua mahasiswa itu ditangkap bersama 11 orang lain di Posko Pemraka, Jalan Tongkol, Kampung Laksana, Banda Aceh. Dari 13 orang yang ditangkap, tujuh dilepaskan dan enam ditahan karena diduga terlibat GAM. Di antara mereka adalah Amir Manaf, Camat GAM Lampo Saka, Pidie.

Pemraka menolak tuduhan bahwa dua aktivisnya terlibat GAM. "Kami hanya bertugas sebagai sukarelawan yang membantu para korban konflik," tulis organisasi sukarelawan ini dalam keterangan persnya. yuswardi a suud

89 Balita di Lebak Terserang Campak

RANGKSBITUNG -- Sebanyak 89 bayi di bawah lima tahun (balita) di Desa Margamulya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, dilapokan terkena penyakit campak. Dari jumlah tersebut dua di antaranya telah meninggal. Kepala Seksi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Lebak, Suhartini, mengatakan bahwa dua balita yang meninggal tersebut diketahui setelah petugas pusat kesehatan masyarakat setempat melakukan kegiatan pelayanan keliling di wilayah itu.

"Dua balita itu meninggal karena lebih dari sepekan menderita penyakit campak. Parahnya lagi, keluarga kedua balita itu tidak segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas," kata Suhartini, Senin (9/8).

Suhartini mengatakan, Dinas Kesehatan dan Sosial akan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan, yakni dengan membuka posko kesehatan yang akan melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan vaksin kepada warga yang belum terkena campak untuk mencegah meluasnya serangan penyakit tersebut. faidil akbar

Dana Purnabakti Batal, tapi Ganti Cincin

SINGARAJA -- Pemda Buleleng membatalkan dana purnabakti bagi 44 anggota Dewan. Keputusan itu diambil setelah perubahan APBD 2004 disetujui oleh semua fraksi di DPRD Buleleng, Senin (9/8). Tetapi, anehnya, anggota DPRD minta penggantinya, dibuatkan cincin sebagai kenang-kenangan.

Sebelum perubahan, terdapat pos anggaran sekitar Rp 1,9 miliar untuk dibagikan kepada para anggota Dewan sebagai dana purnabakti. Tapi setelah diprotes berbagai pihak, Bupati dan DPRD Buleleng akhirnya bersikap lunak. Selanjutnya, anggaran itu akan dipakai untuk membangun Pasar Seritit yang mengalami kebakaran dua tahun lalu, tapi sampai kini belum rampung.

Proses penghapusan dana purnabakti ini berlangsung lama dan alot. Ketika akhirnya DPRD mengalah, mereka tidak sepenuhnya ikhlas. Mereka minta cincin untuk kenang-kenangan. Bahkan dengan nada bercanda, Ketua DPRD Buleleng Sudharmaja Duniaji menyatakan, "Kalau bisa, ya nilai cincin itu sebanding dengan rencana pembagian dana purnabakti," ujarnya. Sementara itu, Ketua Komisi B Dewa Ketut Anom tidak bercanda. "Kami terima (keputusan), tapi dengan perasaan berat," ujarnya.

Berapa berat cincin untuk para anggota Dewan tersebut? Menurut Bupati Buleleng Putu Bagiada, pihaknya belum bersepakat soal berat cincin yang akan dibuat. Namun, ada kemungkinan sekitar 15 gram dengan kadar emas 24 karat. made mustika

Di Beberapa Daerah BBM Langka

JAMBI -- Pihak Pertamina mengakui adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis solar, di beberapa daerah di Sumatera, termasuk Provinsi Jambi belakangan ini. Penyebabnya, pemerintah belum membayar dana subsidi BBM. "Memang benar kelangkaan solar yang terjadi di beberapa kawasan di Provinsi Jambi, khususnya dialami para nelayan di Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur, antara lain disebabkan pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Keuangan, belum membayar

subsidi BBM kepada pihak Pertamina," ujar Windrian, Kepala Wira Penjualan Pertamina Unit Pemasaran II Depo Jambi, kepada Tempo News Room, Senin (9/8).

Diharapkan, kelangkaan ini segera berakhir karena beberapa hari lalu pemerintah sudah membayar dana subsidi Rp 5,1 triliun.

Sementara itu, di Mataram, meski belum sampai langka, harga minyak tanah di tingkat pengecer di kota Mataram mencapai Rp 1.100 per liternya. Padahal, patokan harga eceran tertinggi (HET) Rp 850. Mahalnya minyak tanah, diduga karena jatah kebutuhan rumah tangga diserap untuk kebutuhan open tembakau di Lombok yang kini mendekati musim panen.

Tetapi, menurut Mahrip, anggota Komisi B DPRD NTB, kelangkaan ini kemungkinan besar karena ada permainan di tingkat pangkalan dengan pengusaha tembakau di Lombok. "Dugaan saya seperti itu," dia menegaskan. Menurut Mahrip, jatah minyak untuk open tembakau adalah 40 ribu kiloliter minyak yang sebenarnya cukup untuk kebutuhan open (omprongan) seluas 20 hektare. Padahal, di Lombok sekarang ini tercatat ada 16 ribu hektare lahan tembakau. syaipul bakhori/sujatmiko

No comments:

Post a Comment