Kamis, 10 November 2005.
Antisipasi Masuknya Jaringan Teroris
Polisi Data Penghuni Penginapan di Tawangmangu
Kamis, 10 November 2005 | 20:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pascapenggerebegan persembunyian jaringan teroris di kawasan wisata Batu, Malang, yang menewaskan Dr. Azahari, Kepolisian Karanganyar, Jawa Tengah, mendata setiap penghuni vila, hotel, dan penginapan di kawasan wisata Tawangmangu.
"Semua penghuni termasuk rumah penduduk di kawasan wisata ini kami data secara rinci," kata Kepala Bagian Operasi Polres Karanganyar Komisaris Bambang Purwadi, Kamis (10/11).
Tawangmangu merupakan daerah pegunungan dan obyek wisata, yang dimungkinkan menjadi alternatif persembunyian kelompok teroris. Di tempat ini banyak penginapan.
Kawasan ini pernah menjadi tempat persembunyian dan tempat rapat jaringan teroris. Aris Sumarsono alias Zulkarnaen, yang disebut-sebut sebagai komandan tertinggi sayap militer Jemaah Islamiyah (JI) pernah memimpin rapat tokoh Markaziah (pemimpin pusat).
Menurut Achmad Roihan alias Saad (yang ditangkap Polri), Zulkarnaen hadir dalam pertemuan Markaziyah di Tawangmangu, Solo, setelah bom Bali meledak.
Walaupun ada kemungkinan penggunaan identitas palsu, kata Bambang, pendataan akan membuat jaringan kelompok teroris berpikir dua kali jika ingin menjadikan Tawangmangu sebagai tempat persembunyian.
Pendataan dilakukan dengan melibatkan pemilik penginapan. Mereka diminta melaporkan tamu-tamunya, terutama yang menginap dalam waktu cukup lama.
Kepala Kepolisian Wilayah Surakarta Komisaris Besar Abdul Madjid juga memerintahkan jajarannya melakukan razia kendaraan. Fokus razia adalah daerah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur serta arah dari Semarang.
Kamis (10/11) dinihari, razia dilakukan di sejumlah daerah perbatasan Kabupaten Sragen dengan Kabupaten Ngawi. Operasi serupa dilakukan di daerah Cemorokandang, Tawangmangu, yang merupakan perbatasan dengan wilayah Kabupaten Magetan (Jawa Timur). Anas Syahirul
No comments:
Post a Comment