Cari Berita berita lama

Republika - Waspadai Burung Migran

Rabu, 8 November 2006.

Waspadai Burung Migran












BOGOR -- Migrasi burung dipercaya menjadi salah satu faktor penting dalam pola penyebaran virus flu burung yang telah menelan puluhan korban jiwa di Tanah Air. Beberapa negara, termasuk Indonesia merupakan salah satu negara tempat persinggahan migrasi burung. Berdasarkan identifikasi dan monitoring terhadap burung-burung air migran oleh pemerintah dan LSM, sedikitnya 60 jenis burung (sekitar 15-20 ribu ekor) yang kebanyakan keluarga jenis trini dalam renggang waktu Oktober 2005 - Maret 2006, melewati wilayah Indonesia. Burung-burung tersebut singgah di beberapa daerah, seperti Tanjung Benoa (Bali), Ujung Pakah (Gesik), Belawan (Medan), Semenanjung Sembilang (Banyu Asin) Wonorejo (Jateng), dan Pantai Cemara, Tanjung Jabung Jambi. ''Saat ini ada tujuh daerah tempat persinggahan burung-burung migran di Indonesia,'' kata Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Dephut, Arman Malolongan, dalam acara Pertemuan Asia Pacifik Migratory Waterbird Conser!
vation Committe, di Bogor, Senin (6/11). Melihat semakin banyaknya burung air migran yang singgah itu, maka lanjut Arman, Indonesia dan sejumlah negara yang juga merupakan persinggahan burung migran, perlu mewaspadai berjangkitnya penyakit flu burung (avian influenza). Karena, kata dia, tidak tertutup kemungkinan firus flu burung itu dibawa oleh burung migran dari satu negara ke negara lain, termasuk Indonesia. ''Dalam pertemuan ini kita membahas bagaimana pola penanganan migrasi burung ini dan sekaligus mengantisipasi kemungkinan penyebaran flu burung oleh burung migran,'' tandasnya. Sejumlah ahli seperti dari Jepang, Australia, dan Korea, ikut dalam acara yang berlangsung selama empat hari ini. Indonesia sendiri, menurutnya, sudah mengantisipasi kemungkinan tersebut, yaitu dengan mengawasi daerah sekitar tempat persinggahan burung migran, seperti di Belawan atau Tanjung Benoa. Namun, sejauh ini dari hasil penelitian belum ada efek negatif dari persinggahan burung-burung!
migran itu ke penduduk setempat, termasuk kemungkinan berjang!
kitnya v
irus flu burung. Pihak Dephut telah membentuk tim yang mengawasi migrasi dan tempat-tempat persinggahan burung air tersebut, termasuk akibat yang ditimbulkannya pada penduduk setempat. Pengawasan dan penelitian lokasi persinggahan burung migran yang sudah dilakukan antara lain di Pantai Trisik Jogjakarta dan Pantai Eretan Indramayu (Jabar). Dari hasil penelitian tersebut, sebanyak ekor burung air ditangkap dan kemudian dilepasliarkan kembali setelah diambil sampel darahnya dan diberi tanda. Sebanyak 334 sampel darah telah dianalisa serologinya dengan hasil semuanya negatif. ''Jadi belum ada bukti bahwa burung migran yang singgah di Indonesia membawa virus flu burung. Namun, kita harus waspada dan perlu melakukan tindakan antisipasi.''
(kho )

No comments:

Post a Comment