Sabtu, 10 November 2007.
SD Ambruk, Siswa Belajar di Emperan
INDRAMAYU -- Kondisi bangunan sekolah dasar (SD) negeri yang ambruk, terus terjadi di Kab Indramayu. Kali ini, kondisi memprihatinkan itu menimpa bangunan SD Karangsari, Dusun Karangsari, Desa Tempel, Kec Lelea. Sebanyak satu ruang kelas dari total tiga ruang kelas yang ada di SD tersebut, ambruk dan tidak dapat dipergunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Akibatnya, puluhan siswa kelas satu dan dua yang biasa menempati ruang kelas itu, terpaksa belajar di emperan ruang kelas lainnya. Berdasarkan pantauan Republika, Senin (22/10), puluhan siswa kelas satu dan dua itu, belajar di emperan kelas dengan menggelar tikar yang tipis dan sudah tak layak. Karena letak SD itu persis di depan areal persawahan, maka otomatis para siswa itu belajar dengan terpaan angin yang kencang dan sorotan sinar matahari yang terik. Selain itu, di pinggir areal persawahan juga terdapat rel kereta api. Tak ayal, para siswa itu pun kerap terganggu dengan suara berisik kereta yang lewat. Hingga!
saat ini, ruang kelas yang ambruk itu dipergunakan sebagai ruang kantor bagi kepala sekolah dan lima orang guru yang mengabdi di sekolah tersebut. Untuk membatasi ruang kantor dan alam terbuka akibat jebolnya tembok, para guru memasang papan tripleks sederhana. Selain satu ruang kelas yang sudah ambruk itu, dua ruang kelas lainnya yang tersisa juga rusak parah dan nyaris ambruk. Dua ruang kelas itu dipergunakan oleh siswa kelas tiga, empat, lima, dan enam. Menurut Mujia, guru siswa kelas empat, rusaknya sekolah itu telah berlangsung lebih dari tiga tahun lalu. Namun, satu ruang kelas yang ambruk itu baru terjadi sekitar satu tahun yang lalu. ''Kami sudah mengajukan permohonan untuk perbaikan sekolah dan penambahan ruang kelas, namun tidak pernah mendapat tanggapan,'' katanya menegaskan. Sebenarnya, kondisi rusaknya sekolah itu telah diketahui pemerintah daerah. Bahkan, saat kampanye pilkada Indramayu akhir 2005 silam, Wakil Bupati Indramayu, (yang saat itu baru sebatas cal!
on wakil bupati) Herry Sudjati, pernah menjanjikan akan melaku!
kan perb
aikan jika daerah tersebut memberikan dukungan suara mayoritas pada dirinya. Namun, meski daerah tersebut telah memberikan dukungan suara mayoritas saat pilkada, ternyata hingga kini janji itu belum juga terlaksana. Wakil bupati baru sebatas meninjau dan melakukan perhitungan kebutuhan biaya perbaikan sekolah. ''Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya,'' tutur Mujia. Kepala sekolah SD Karangsari, Darkiman, menuturkan, sejumlah muridnya pernah mengantarkan sekolah itu menjadi juara dalam berbagai perlombaan, seperti lomba catur, olimpiade MIPA, dan lomba calistung (baca-tulis-hitung).
(lis )
No comments:
Post a Comment