Sabtu, 4 Maret 2006.
POTEK PERSAHABATAN
Obat Penggugur Kandungan
Apotek Persahatan yang berlokasi di Jl AM Sangadji, membuat kecerobohan fatal. Apotek yang dikelola Koperasi PLN Maluku salah mengeluarkan obat. Setelah meminum obat yang diberikan, isteri saya, Ninik Sarmini, mengalami keguguran janin yang telah berumur dua bulan. Padahal kami sudah menunggu kehadiran anak selama 10 tahun. Mulanya, pada Rabu (22/2), kami memeriksakan kandungan ke dr A Samad, SpOG. Saat itu dokter memastikan istri saya hamil. Dokter akhirnya memberikan resep yang berisi obat penguat kandungan, agar darah tidak ke luar terus. Resepnya adalah Preabor, Kalinex, Bio dan Mediamer. Kemudian kami membeli obat itu ke Apotek Persahabatan, satu lokasi dengan tempat praktik dr Samad. Pihak Apotek lalu menyerahkan obat sambil menyebutkan kegunaannya. Obat itu ditempatkan dalam empat bungkus. Hanya saja, ketika sampai di rumah, dan bungkus obat itu dibuka, ada satu bungkus yang berisi dua jenis obat, yakni Preabor dan Pospargin. Pospargin ini tidak tertulis dala!
m resep dokter. Setelah minum obat-obat itu pendarahan sempat berhenti hingga hari Sabtu. Namun, pada hari Minggu hingga Selasa, darah keluar lagi dalam jumlah banyak. Puncaknya pada Selasa petang, terjadi keguguran. Saat itu saya telpon dokter untuk konsultasi dan dokter menyatakan janin telah jatuh (keguguran). Dia meminta kami melakukan kontrol lagi. Setelah memastikan janin jatuh dengan USG, dr Samad memutuskan untuk membersihkan darah dan isi kandungan istri saya melalui obat. Dan dokter akhirnnya memberi resep obat. Dan kami kembali membeli di Apotek Persahabatan. Begitu membuka obat di rumah, istri saya gemetar, karena melihat satu diatara tiga bungkus obat itu berisi dua strip Pospargin. Obat jenis ini sama dengan yang diberikan pihak apotek saat pengobatan pertama. Kami mulai curiga jangan-jangan obat ini yang menggugurkan kandungan istri saya. Saat itu istri saya sudah berkeyakinan obat inilah yang menggugurkan kandungannya. Kami menemui dr Samad untuk memastik!
an apa kegunaan obat bernama Pospargin itu pada Kamis sore. Al!
angkah t
erkejutnya saya, ternyata Pospargin itu menurut dokter Samad untuk mengeluarkan darah. Saya langsung lemas mendengar penjelasan dokter. Saya lalu menemui pihak apotek. Namun, Apoteker Apotek Persahabatan, Sri Alang, SSi, Apt, saat itu tidak ada di tempat karena keluar. Penjaga apotek meminta saya menunggu. Sekitar setengah jam berikutnya, Sri Alang datang. Saya langsung jelaskan permasalahan, sambil menunjukkan semua bukti. Sri Alang mengaku bersalah telah salah memberikan obat dan mengaku tidak sengaja. Kemudian saya meminta bertemu Manajer Apotek Persahabatan, Bowo, untuk meminta pertanggungjawaban. Tapi Bowo tak bisa dihubungi. Sri Alang mengaku akan menghubungi manajernya, dan akan langsung menghubungi saya lewat telepon. Tapi sampai Kamis (2/3) malam, janji itu tidak ditepati. Bagaimana tanggungjawab apotek? Zuhair Sukirno Kebun Cengkeh, Ambon
( )
No comments:
Post a Comment