Cari Berita berita lama

Republika - Kreasi Cantik Mantan Guru SD

Minggu, 8 April 2007.

Kreasi Cantik Mantan Guru SD






Tak hanya orang Indonesia, kotak-kotak ini juga digemari masyarakat Singapura dan Malaysia.





Dari tangan dingin Ellies Chusnadi (51 tahun), kertas-kertas karton menjelma menjadi kotak pembungkus nan cantik berhiaskan kuntum bunga, daun kering, atau pita-pita warna senada. Siapa menduga kalau kotak-kotak ini, mulai dari yang mungil, sedang sampai besar, digemari tak hanya oleh orang Indonesia, tapi juga masyarakat di negeri jiran, Singapura dan Malaysia. ''Sekali mengirim ke Singapura minimal empat ribu kotak, kalau order lagi bagus bisa sampai 10 ribu. Tapi pernah juga masa sepi, seperti awal tahun ini, karena perusahaan di Singapura sedang pindah gudang jadi order berhenti dulu,'' tutur Ellies ketika ditemui di sela-sela pameran 'Indonesia dalam Ragam Karya' di Jakarta, belum lama ini. Diakui Ellis, jumlah pesanan ke Malaysia memang tidak sebanyak Singapura, kecuali menjelang lebaran. Walaupun pesanan hanya musiman, namun setiap tahun Ellies mendapat kesempatan mengikuti pameran tahunan di Malaysia. Momen itu dimanfaatkan oleh istri dari Johanes Budi Suhend!
ra ini untuk melebarkan jaringan guna mencari konsumen baru. Untuk pasar di dalam negeri, ibu dari Anselma Illona ini lebih banyak mendapatkannya dari pesanan. Mulai dari order besar sampai satuan, semua diterima. Harganya pun beragam dan terjangkau. Paling murah (ukuran kecil) Rp 3.000, ukuran sedang Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu, sedangkan yang besar Rp 100 ribu. Kotak-kotak karton hasil karya Ellies ini biasanya digunakan untuk seserahan pernikahan, bisa juga untuk gift box. Beragam barang untuk hadiah bisa dimasukkan di kotak seperti baju batik, kain, kue atau perhiasan. Tak hanya dari kertas karton, perusahaan milik Ellies berlabel Naditha Creation juga memproduksi kotak-kotak cantik dari bahan bambu, daun pandan, dan mendong (sejenis alang-alang). Sedangkan kuntum bunga untuk hiasan terbuat dari kulit jagung, bunga atau daun lontar. Mantan guru SD Sebelum terjun ke dunia bisnis, Ellies adalah guru sekolah dasar di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Di tengah waktu senggan!
gnya, dia memanfaatkan ketrampilannya membuat bunga-bunga untu!
k kemudi
an dititipkan ke toko-toko. Saat itu, anak semata wayangnya, Nana (sapaan akrab Anselma Illona), masih kecil sehingga Ellies belum kerepotan. Namun ketika Nana mulai ABG, perempuan berkulit putih ini merasa perlu memberi perhatian ekstra. ''Saat itulah, saya memutuskan berhenti mengajar, lalu fokus mengurus anak dan keluarga,'' tegasnya. Di sela-sela waktu lowongnya, Ellies kembali berkreasi membuat kerajinan tangan berupa lilitan tali menjadi hiasan berbentuk cincin. Lalu, cincin-cincin kecil itu dimasukkan ke dalam kotak yang dibuat semenarik mungkin. Peminatnya ternyata banyak. Tapi, mereka bukan minat pada cincin itu melainkan pada kotaknya. Dari situlah, tepatnya pada tahun 1996, Ellies mulai serius membuat kotak-kotak cantik itu. Perempuan berkulit putih ini berharap, kerajinan ini bisa menjadi kerajinan khas Bekasi. Sebab, Bekasi belum mempunyai kekhasan dibandingkan daerah lain. Oleh karena itu, Ellies menggerakkan warga sekitar untuk membuat kotak-kotak itu. Ada ju!
ga yang dilatih membuat kuntum bunga. Warga yang menjadi binaan Ellies kini sekitar 20 sampai 60 orang. Mereka ini disediakan mess di lima tempat yang letaknya tidak jauh dari kediaman Ellies. ''Kalau order lagi kosong, mereka pulang kampung dulu. Tapi kalau pesanan banyak, mereka kembali lagi,'' kata Ellies. Ellies juga tak keberatan, jika ada anak asuhnya yang sudah pintar lalu membina orang lain. Yang penting karya outsourching itu dijual lagi ke Ellies. Karya mereka dibutuhkan, terutama saat banyak pesanan. Ellies bercerita, ia pernah mendapat order lebih dari 300 ribu kotak. Saat itu, order bisa selesai dalam waktu 45 hari dan dikerjakan 600 orang. ''Kalau pemerintah bisa memberi order banyak seperti itu berarti saya bisa menciptakan lapangan kerja. Makanya, saya tidak minta bantuan dana, tapi kasih order sajalah,'' ujarnya sambil tertawa. Penghasilan yang diperoleh dari usaha ini, menurut Ellies, lebih banyak diputar kembali untuk modal pelatihan. Sisanya untuk mem!
bayar gaji pegawai, kebutuhan sehari-hari, dan membiayai pendi!
dikan pu
trinya. Dari usaha ini pula, ia berhasil melunasi cicilan mobil operasional berikut dua motor. Sedangkan modal awalnya, menurut dia, tak bisa dihitung. Mengapa? ''Karena 'mencuri' dari uang belanja sehari-hari,'' katanya sembari tersenyum. Ellies mengaku, perusahaan hand made ini sangat tergantung dari pesanan. Kalau order banyak, pendapatan akan lebih, tapi kalau kurang, itu menjadi masalah. Karena itu, dia tidak mau hidup konsumtif. ''Bagi saya begini saja sudah senang, tidak mau royal, takut saat order sepi bagaimana kasih makan anak-anak (para pegawai).'' Biodata Nama Lengkap : Ellies Chusnadi Tanggal lahir : 7 September 1955 Label : Naditha Creation, The Art of Natural Decoration's Craft Alamat : Jl Sadewa V/C 345, Jaka Setia Bekasi 17147 Telepon : 021-8227732, 82422289 Email : nadithacraft@yahoo.com
(vie )

No comments:

Post a Comment