Senin, 18 Juni 2007.
Di Hari Terindah
Busana pengantin kini tak cuma putih.
Sejak abad pertengahan, pernikahan diperingati sebagai peristiwa teramat penting. Tak hanya untuk dua insan, pernikahan juga menyatukan dua keluarga besar. Saat momen bersejarah itulah, pengantin pun mengenakan pakaian terbaik. Hingga akhirnya hadir tradisi mengenakan busana pengantin. Dalam tradisi modern, busana pengantin lantas identik dengan warna putih. Warna inilah yang hingga kini masih mendominasi sebagian besar perancang busana ketika mendesain gaun pengantin. Ini pula yang dilakukan desainer Samuel Wattimena. Saat pergelaran busana beberapa waktu lalu, Samuel menampilkan sejumlah rancangan busana pengantin yang didominasi dengan warna putih. Uniknya, Samuel sempat memadukan bahan tradisional pada busana pengantin internasional tersebut. Berbagai bentuk kerah menjadi salah satu detail menambah variasi busana yang dipamerkan. Kerah dari betuk oval sampai kotak hadir dalam rancangannya kali ini. Sentuhan kerudung putih berbahan sutra menjadi sentuhan menarik!
rancangan busana pengantin Samuel. Kehadiran detail manik-manik pun menambah kesan feminin. Pada rancangan dengan sentuhan internasional, rok mengembang dengan lipit lebar tetap hadir meskipun rok berpotongan lurus yang menampilkan siluet tubuh ramping juga terlihat. Namun, desainer yang asli Maluku ini juga membuat kejutan dengan menyuguhkan busana berwarna biru yang juga menarik perhatian berkat detail kerutannya. Pada kesempatan yang berbeda, selain gaun-gaun pengantin, Wong Hang Distinguished Tailor menghadirkan jas-jas elegan. Jas-jas itu menampilkan potongan dengan detail matang dalam balutan warna-warna yang tak lazim seperti ungu dan merah marun. Tampaknya, kehadiran warna-warna selain putih itu menjadi semangat baru di hari terindah, hari pernikahan. fia/neh
( )
No comments:
Post a Comment