Rabu, 30 April 2003.
Merger Vertikal Indosat Rampung September JAKARTA-PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) tetap mentargetkan merger vertikal dengan PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) dan PT Indosat Multimedia Mobile (IM3) secara hukum dapat dirampungkan pada September mendatang. "Tetap sesuai skedulnya," kata Direktur Utama Indosat Widya Purnama di Jakarta kemarin.
Widya optimistis target itu bisa tercapai karena proses merger telah berjalan sesuai rencana. "Tim transformasi sudah berjalan. Begitu pula penasihat keuangannya," ujarnya. Kendati begitu, diakuinya bahwa merger vertikal itu tergantung pada persetujuan kreditor. Selain itu, tergantung dari persetujuan pemerintah dan Badan Pengawas Pasar Modal. "Khusus untuk kreditor, tim kami sudah siap bernegosiasi." heri susanto/padjar
Penjualan Indofood Naik 10 Persen
JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk. berhasil meraih penjualan bersih senilai Rp 4,3 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Itu berarti naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama Indofood Eva Riyanti Hutapea mengungkapkan, laba kotor dan laba usaha Indofood juga naik, masing-masing sebesar 10 persen dan 8 persen. Meski begitu, laba bersihnya turun dari Rp 309 miliar menjadi Rp 202 miliar. Ini disebabkan lebih tingginya beban bunga selama kuartal pertama 2003 yaitu Rp 246 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 142 miliar. metta
Laba BCA Turun
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) pada triwulan pertama tahun ini mengalami penurunan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Leba bersih yang berhasil diraupnya hanya sebesar Rp 476,02 miliar, sedangkan tahun lalu mencapai Rp 832,69 miliar.
Manajemen BCA dalam siaran persnya kemarin mengungkapkan, penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan laba operasi dan adanya peningkatan amortisasasi pajak yang ditangguhkan. Dijelaskan pula bahwa amortisasi pajak ini sebuah metode akunting yang bukan merupakan pembayaran pajak tunai. "Sehingga tidak mempengaruhi aliran kas ke luar BCA."
Menurut manajemen BCA, perolehan laba BCA pada tahun lalu tergolong luar biasa karena sebagian besar aktivanya didominasi oleh obligasi pemerintah bersuku bunga mengambang. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada obligasi pemerintah dan memperbaiki struktur aktiva, BCA telah menurunkan obligasi pemerintah miliknya. Pada akhir triwulan pertama 2003, jumlahnya tinggal Rp 45,7 triliun, padahal tahun sebelumnya mencapai Rp 59,6 triliun.
Dengan adanya perubahan ini, komposisi obligasi pemerintah terhadap total aktiva BCA pun menurun dari 59,3 persen menjadi 39,2 persen. Di sisi lain, komposisi kredit yang disalurkan BCA terhadap total aktiva meningkat menjadi 18,9 persen, dari triwulan pertama 2002 yang hanya 15 persen. Seiring dengan itu, dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun juga meningkat 18,1 persen menjadi Rp 102 triliun. metta
Fortune Terkena Dampak Perang Irak
JAKARTA - PT Fortune Mate Indonesia Tbk. turut terkena dampak agresi Amerika Serikat ke Irak. Penjualannya per 31 Maret lalu menurun sebesar 37,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 68,5 miliar.
Sekretaris Perusahaan Fortune Agustinus A. Sunarto menjelaskan, akibat perang Irak, pada sekitar Februari lalu terjadi penangguhan sementara yang berlanjut pada pembatalan order dari pembeli AS. Padahal, kata Sunarto, hasil produksi Fortune yang diekspor ke AS mencapai sekitar 95 persen. Sedangkan yang ke Eropa hanya 5 persen. metta
No comments:
Post a Comment