Rabu, 18 Mei 2005.
Panglima TNI: GAM Agresif, Kekuatan TNI Dipertahankan
Luhur Hertanto - detikcom
Jakarta -
TNI masih ogah mengurangi personilnya di Aceh meski status darurat sipil telah berganti jadi tertib sipil. Kekuatan TNI tetap disiagakan untuk mengantisipasi kekuatan GAM.
"Jika dengan penghapusan darurat sipil kegiatan GAM makin agresif, maka kekuatan yang ada akan dipertahankan. Tapi kalau GAM tidak ada ya tidak perlu ada TNI," ujar Panglima TNI Endriartono Sutarto di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/5/2005) malam.
Menurut Endriartono, penyiagaan kekuatan militer di Aceh tidak tergantung pada status melainkan lebih merujuk pada penilain terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
Seperti diketahui, pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 38/2005 mengubah status darurat sipil di Aceh menjadi tertib sipil karena berdasarkan evaluasi penguasa darurat militer pusat, kondisi sosial-ekonomi Aceh semakin baik.
Dalam Perpres tersebut, tidak disebutkan secara jelas apakah dengan perubahan status menjadi tertib sipil maka jumlah personil TNI-Polri di Aceh mesti dikurangi.
(
san
)
No comments:
Post a Comment