Rabu, 18 Mei 2005.
Jadi Tim Sukses Pilkada, Wartawan Harus Nonaktif
Triono Wahyu Sudibyo - detikcom
Semarang -
Momentum Pilkada tampaknya juga dimanfaatkan para wartawan. Tidak sedikit wartawan yang menjadi tim sukses salah seorang calon kepala daerah. Demi independensi media massa, wartawan yang jadi tim sukses harus nonaktif atau mengundurkan diri.
Imbauan ini disampaikan Ketua Dewan Pers Ichlasul Amal. "Dewan Pers memang hanya mengimbau agar mereka tidak ikut terlibat dalam tim sukses. Wartawan tetap harus independen. Begitu pula perusahaan medianya," kata Amal dalam Seminar Kebebasan Pers dan Pilkada di Hotel Graha Santika Semarang, Jl Pandanaran, Rabu (18/5/2005).
Mantan Rektor UGM Yogya ini mencontohkan kala pilpres lalu, Surya Paloh menggunakan MetroTV sebagai sarana kampanyenya. Hal itu bisa merugikan MetroTV dan juga Surya Paloh sendiri.
"Bisa jadi orang akan muak karena tayangan yang berkali-kali itu. Pada saat itu, porsi kampanye Surya Paloh kan sangat besar," kata Amal.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Pers Lukas Suwarso menambahkan, media massa akan menjadi sarana kampanye efektif bagi calon kepala daerah. Untuk menjaga posisi dan situasi sosial, pers harus independen dan tidak menyiarkan kampanye negatif.
Lukas yang membacakan beberapa sikap Dewan Pers berkaitan dengan pilkada langsung menambahkan, media massa pasti akan jadi sarana kampanye bagi setiap calon. "Karena itu, mereka harus hati-hati," imbuhnya.
"Jika ada yang tahu ada wartawan yang mencalonkan diri atau menjadi tim sukses dan tidak mengundurkan diri dari kerjanya meski ia ikut, masyarakat bisa melaporkan masalah itu ke Dewan Pers," katanya.
Hadir dalam acara itu, Ketua Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Leo Batubara, Ketua KPUD Jateng Fitriyah, utusan parpol, pelaku media, dan sejumlah calon walikota Semarang.
(
asy
)
No comments:
Post a Comment